TANGERANG SELATAN – Siapa bilang belajar sains hanya bisa dilakukan dengan menatap buku teks? Pekan ini, siswa-siswi kelas 6 SD Putra Pertiwi membuktikan bahwa memahami kerumitan tubuh manusia bisa menjadi pengalaman yang sangat mind-blowing.

Pada tanggal 8 April 2026 (Kelas 6 Sporty) dan 11 April 2026 (Kelas 6 Discipline), suasana ruang kelas berubah total menjadi “laboratorium medis mini”. Di bawah bimbingan Teacher Bella Nurhaliza, para siswa menjalani ujian praktik IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan misi yang menantang: Merakit Alat Peraga Sistem Peredaran Darah Manusia.

From Abstract to Tangible: Menghidupkan Teori

Sistem peredaran darah sering kali dianggap materi yang “berat” karena prosesnya tersembunyi di dalam tubuh. Namun, melalui metode hands-on learning, konsep yang abstrak tersebut mendadak menjadi nyata di tangan para siswa. Dengan kreativitas tanpa batas, mereka merakit:

  • Papan sterofoam berwarna cerah sebagai alas anatomi yang informatif.
  • Selang transparan yang lincah mengalirkan cairan, menggambarkan pembuluh darah yang bekerja tanpa henti.
  • Botol plastik dan alat suntik yang berfungsi sebagai pompa mekanis, menyimulasikan detak jantung yang memompa kehidupan ke seluruh tubuh.

The Vibe: Collaboration Meets Precision

Keseruan pecah di dua kelas dengan karakter yang berbeda namun satu tujuan. Di satu sisi, terlihat siswa dengan seragam Pramuka yang bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi khusyuk sambil memastikan aliran cairan merah mengalir tepat sasaran tanpa kebocoran.

Sementara itu, di sesi lainnya, siswa dengan seragam batik merah-putih menunjukkan ketelitian tingkat tinggi. Mereka dengan bangga mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas, menjelaskan jalur peredaran darah kecil dan besar dengan penuh percaya diri—sebuah perwujudan nyata dari semangat problem-solving dan public speaking sejak dini.

 

Building Characters for the Global Stage

Teacher Bella menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar mengejar nilai angka.

“Tujuan utamanya adalah memberi mereka pengalaman langsung. Di sini mereka belajar tentang teamwork, melatih daya tahan saat menghadapi kendala teknis, hingga membangun kepercayaan diri saat mempresentasikan hasil karyanya,” ungkap Teacher Bella.

Sebagai sekolah yang berafiliasi dengan Mentari dalam Cambridge English Qualification, SD Putra Pertiwi selalu mengintegrasikan standar global ke dalam setiap praktik kelas. Kami percaya bahwa pemahaman sains yang kuat dan karakter yang tangguh adalah pondasi bagi mereka untuk menjadi Global Citizens masa depan.

Melihat binar mata dan senyum bangga para siswa saat berhasil menunjukkan cara kerja jantung adalah bukti bahwa belajar di SD Putra Pertiwi selalu bermakna dan menyenangkan.

“Science is not just about knowing; it’s about discovering. And today, our students discovered the beat of their own hearts through creativity.”

Sampai jumpa di petualangan belajar berikutnya yang tak kalah seru!

SD Putra Pertiwi: Where Curiosity Meets Excellence.