
Cerita Seru Kunjungan Mahasiswi Psikologi UI ke SD Putra Pertiwi
TANGERANG SELATAN – Jumat siang, 8 Mei 2026, suasana di SD Putra Pertiwi mendadak terasa sangat vibrant. Tepat pukul 14.00 WIB, sekolah kita kedatangan tamu spesial: empat mahasiswi cantik penuh semangat dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Raeanna (Rae), Arimbi, Nawra, dan Hawna hadir untuk membedah sebuah topik yang lagi happening banget di dunia pendidikan: “Penggunaan AI (Artificial Intelligence) di Ranah Pendidikan” sebagai bagian dari riset tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan dari dosen pengampu Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog dan Dr. Eva Septiana, M.Si., Psikolog.
A Nostalgic Homecoming
Momen ini terasa makin spesial dan penuh kehangatan karena salah satu mahasiswi UI tersebut, Raeanna Stevanie Pangau, ternyata adalah alumni kebanggaan SD Putra Pertiwi Angkatan 12 yang lulus tahun 2018 lalu. Kunjungan ini pun menjadi momen nostalgic homecoming yang sangat manis bagi Rae. Suasana yang awalnya mungkin terlihat formal, seketika berubah menjadi sesi reuni yang santai dan heartwarming saat mereka disambut oleh Teacher Rokim sebagai narasumber utama dalam wawancara santai tersebut.
The Interview Session: No Cringe, Just Deep Conversations!
Bertempat di ruang kelas 2 Religious, sesi wawancara berlangsung sangat cair tanpa ada kesan kaku atau awkward sedikit pun. Rae membuka sesi dengan profesional, meminta izin untuk merekam audio agar setiap detail informasi terjaga akurasinya.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun sangat up-to-date. Dimulai dari Rae, lalu dilanjutkan oleh Arimbi, Nawra, dan diakhiri oleh Hawna, semuanya dijawab dengan lancar dan mendalam oleh Teacher Rokim selaku guru TIK (Komputer) SD Putra Pertiwi.
AI: Alat Bantu Berpikir, Bukan Alat Pengganti Berpikir!
Fokus wawancara mereka berkisar pada penggunaan AI bagi siswa kelas 4 hingga 6 SD. Ada beberapa poin mind-blowing dari hasil wawancara tersebut:
- Asisten Super: AI tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru. Namun, AI bisa menjadi “Super Assistant” yang mempermudah pekerjaan administratif guru secara efektif.
- Irreplaceable Heart-to-Heart: AI boleh pintar, tapi AI tidak punya “hati”. Pendekatan psikologis, komunikasi dari hati ke hati, serta pemahaman terhadap situasi dan perasaan siswa adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh seorang guru manusia.
- Safe Space for Students: Menariknya, AI bisa dijadikan “ruang privasi” bagi siswa untuk bertanya hal-hal yang mungkin mereka malu tanyakan di ruang publik, karena terkadang siswa merasa sungkan jika terlihat kurang mengerti di hadapan teman-temannya.
- The Power of Prompts: Siswa tidak boleh “disetir” oleh AI. Sebaliknya, mereka harus dibekali daya kritis dan kreativitas untuk memberikan prompts (perintah) yang santun dan terarah agar AI bekerja sesuai jalur pemikiran mereka.
“AI hanya boleh menjadi alat bantu berpikir, dan sama sekali tidak boleh dijadikan sebagai ALAT PENGGANTI BERPIKIR.” — Teacher Rokim.
Supporting the Next Generation of Educators
Kehadiran mahasiswi UI ini membuktikan bahwa SD Putra Pertiwi bukan hanya institusi belajar bagi para siswanya, tetapi juga sebuah ekosistem yang terbuka bagi para peneliti muda. Kami memiliki konsentrasi tinggi dalam mendukung mahasiswa yang memiliki passion besar untuk memajukan dunia pendidikan. Dengan tangan terbuka, sekolah kami siap menjadi mitra riset dan kolaborasi bagi para calon profesional masa depan untuk melahirkan inovasi-inovasi edukasi yang berdampak luas.
Setelah sesi wawancara, obrolan berlanjut ke arah yang lebih santai penuh keakraban. Teacher Rokim berharap kunjungan ini bukanlah yang terakhir dan berharap ada projek-projek mendatang yang melibatkan SD Putra Pertiwi dalam sharing knowledge. Kunjungan seru ini pun ditutup dengan sesi foto bareng untuk mengabadikan momen berharga ini. What a productive and inspiring day!
SD Putra Pertiwi: Where Curiosity Meets Excellence!





