
TANGERANG SELATAN – Selasa, 10 Maret 2026. Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, SD Putra Pertiwi membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pembentukan jati diri. Sekolah kami bertransformasi menjadi oase spiritual melalui gelaran Fun Islamic Study (FIS) 2026, sebuah agenda yang dirancang untuk meningkatkan keimanan serta membekali ilmu keagamaan siswa.

Penampilan siswa-siswi kita pagi itu benar-benar memberikan impresi yang mendalam. Mereka tidak hanya tampil dengan style terbaiknya, tetapi memancarkan aura kesalehan bak ustadz dan ustadzah dalam balutan pakaian muslim dan muslimah. Inilah standar yang ingin kami bangun: generasi yang smart, stylish, namun tetap sholeh.

Beyond the Rituals: Why We Focus on Quality
Mengusung tema “Shalat is a Pillar of Religion”, FIS tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Kami berangkat dari sebuah fenomena nyata—kisah jenaka tentang jamaah yang berdebat karena salah jumlah rakaat di tengah shalat hingga akhirnya batal berjamaah. Di SD Putra Pertiwi, kami melihat ini sebagai tantangan besar.

Kami tidak ingin siswa kami hanya “ikut-ikutan” ibadah karena ketidaktahuan semata. Kami berkomitmen memberikan Deep Understanding tentang rukun-rukun shalat, hal-hal yang membatalkannya, serta tata cara shalat berjamaah yang benar. Bagi kami, shalat adalah fondasi karakter; jika fondasinya rapuh, maka runtuhlah seluruh bangunan moralnya.

Spiritual Vibes & Leadership in Action
Kegiatan diawali dengan Shalat Dhuha berjamaah yang berlangsung begitu khusyuk. Suasana semakin berkelas saat Ananda Felly dan Biya melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan sari tilawah yang menyentuh kalbu dan menyatukan suasana spiritual. Ini adalah bukti nyata dari pembinaan bakat yang konsisten di sekolah kami.

Ibu Tina, selaku Kepala Sekolah, dalam sambutannya saat membuka acara memberikan pesan yang menantang. Beliau berpesan bahwa shalat adalah tiang agama. “Diumpamakan seperti rumah tanpa tiang yang tidak akan dapat berdiri kokoh, maka seorang muslim tanpa melaksanakan shalat bagaikan jasad tanpa ada ruh nya. Mudah rapuh dan terombang ambing dengan keadaan.” Pesan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta.

Keseruan semakin bertambah dengan kehadiran mahasiswa PPG dari Universitas Terbuka Pondok Cabe yang membawa energi segar sebagai MC. Tak kalah memukau, dua Rising Stars kami, Dai Cilik Ananda Alle dan Kekira , membuktikan bahwa kemampuan Public Speaking dan penguasaan materi agama bisa berjalan beriringan dengan penuh semangat dan humor yang apik.

The “Persistence” Test: Mastering the Afternoon Slump
Tantangan sesungguhnya muncul saat jam dinding menunjukkan pukul 13.00 WIB. Di tengah pertarungan batin dengan perut kosong dan hembusan AC yang mengundang kantuk, para santri diuji daya tahannya. Sesi pembacaan Ratibul Haddad oleh Teacher Bahrudin bahkan menjadi momen “pertarungan batin” bagi mereka yang mulai terbuai mimpi.
Namun, di sinilah letak keunggulan metode kami. Untuk menjaga Engagement siswa, panitia menyisipkan sesi Power Nap berupa tidur siang sejenak yang dilanjutkan dengan Fun & Interactive Games ala “Arisan Trans 7” seputar tebak kata kegiatan shalat dan puasa. Hasilnya luar biasa; rasa kantuk hilang, berganti dengan wawasan baru dan semangat kompetisi yang sportif.

Closing Statement: Knowledge is the Key
Kegiatan puncak acara FIS 2026 ditutup dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Melalui kegiatan ini, SD Putra Pertiwi kembali menegaskan komitmennya: mencetak generasi muda Islam yang paham bahwa setiap ibadah harus didasarkan dengan ilmu. Karena ibadah tanpa ilmu dapat sesat dan berdampak kerugian bagi pelakunya.

Alhamdulillah, FIS 2026 sukses menjadi kawah candradimuka bagi siswa kami. Kami bangga melihat mereka berproses menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam literasi global dan Bahasa Inggris, tetapi juga memiliki akar karakter Islami yang tak tergoyahkan.
——————————————
SD Putra Pertiwi: Where Global Excellence Meets Divine Character






