
Sekolah Putra Pertiwi, 5 Agustus 2025
Pondok Cabe | Sekolah Putra Pertiwi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Yayasan Pendidikan Putra Pertiwi pada Selasa, 5 Agustus 2025. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Prof. Drs. Ir. Abdorrakhman Gintings yang menyampaikan materi bertema Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran di Sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya transformasi pendekatan pembelajaran menuju sistem yang lebih berpusat pada siswa serta berorientasi pada pemahaman yang mendalam.
Dalam pemaparannya, Prof. Abdorrakhman Gintings menjelaskan bahwa Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran aktif yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara mendalam, reflektif, dan bermakna. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan, tetapi pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
Beliau juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari Teacher Centered Learning (TCL) menuju Student Centered Learning (SCL). Dalam pendekatan ini, siswa berperan aktif sebagai subjek pembelajaran, sementara guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing, mengarahkan, dan memberikan penguatan.
Selain itu, materi juga mengulas landasan psikologis pembelajaran, khususnya teori konstruktivisme yang menempatkan siswa sebagai pembangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi. Pendekatan ini dinilai selaras dengan konsep Deep Learning karena menekankan proses internalisasi makna dan pemahaman konseptual.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pentingnya Growth Mindset dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Peserta didik perlu memiliki keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan proses belajar yang berkelanjutan. Dengan mindset tersebut, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan terus meningkatkan kompetensi diri.
Dalam implementasinya di sekolah, Deep Learning dapat diterapkan melalui berbagai metode, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi reflektif, portofolio, simulasi praktik, serta aplikasi kontekstual dalam berbagai mata pelajaran. Lingkungan belajar yang mendukung, seperti suasana yang menyenangkan (joyful learning), penuh kesadaran (mindful learning), dan bermakna (meaningful learning), menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis bagi Sekolah Putra Pertiwi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta membangun budaya akademik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal.



