
TANGERANG SELATAN – Ada sesuatu yang berbeda di selasar SD Putra Pertiwi pada Paskah 2026 ini. Bukan sekadar dekorasi tematik atau seremoni rutin, melainkan sebuah getaran harapan yang terasa begitu nyata merasuk jiwa. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat—dunia yang sering kali membuat kita merasa lelah dan kehilangan arah—Paskah hadir sebagai sebuah spiritual sanctuary. Ia mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk, menoleh ke dalam batin, dan menyalakan kembali cahaya yang mungkin sempat redup.


The Beauty of Rising Again: Menemukan Cahaya di Balik Kegagalan
Paskah adalah tentang kebangkitan, sebuah pesan yang sangat touching bagi siapa saja yang pernah merasa jatuh. Di hadapan para siswa, makna Paskah kali ini dikupas dengan sangat mendalam: bahwa setiap “kematian”—entah itu berupa kegagalan dalam ujian, rasa sedih karena kehilangan, atau rasa tidak percaya diri—bukanlah akhir dari segalanya.



Kebangkitan Yesus Kristus menjadi simbol unwavering hope bahwa selalu ada fajar setelah malam yang paling gelap. SD Putra Pertiwi ingin setiap siswa memahami bahwa batu penghalang seberat apa pun dalam hidup mereka bisa digulirkan oleh kekuatan iman dan keteguhan hati. Ini adalah pelajaran tentang resilience—sebuah seni untuk bangkit kembali dengan jiwa yang lebih tangguh, lebih bijak, dan lebih penuh kasih.


A Symphony of Faith: Saat Perbedaan Berpelukan dalam Doa
Namun, momen yang paling membuat hati “terenyuh” adalah saat sekolah kita menjadi saksi bisu betapa indahnya keberagaman. Di satu sudut, siswa Kristiani merenungkan pengorbanan dan cinta kasih Paskah. Sementara di saat yang bersamaan, siswa Muslim tenggelam dalam khusyuknya doa dan dzikir setelah memetik hikmah dari film perjuangan Nabi Muhammad SAW. Begitu pula siswa beragama Hindu yang bersimpuh dalam sembahyang yang sungguh khidmat.


Inilah wajah asli SD Putra Pertiwi: sebuah taman di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi pagar atau tembok penghalang, melainkan menjadi untaian bunga warna-warni yang membentuk buket indah nan mempesona. It was a moment of pure harmony. Melihat mereka bisa bergandeng tangan dan menghormati ruang spiritual satu sama lain adalah bukti bahwa toleransi di sekolah ini bukan sekadar kurikulum di atas kertas, melainkan “napas” kehidupan. Kami ingin dunia melihat bahwa keberagaman bukanlah beban, melainkan aset terbesar untuk menghasilkan karya yang tulus dan jujur.

Global Minds, Compassionate Hearts
Semangat inklusivitas ini adalah fondasi kami dalam membentuk Global Citizens masa depan. Sebagai sekolah yang berafiliasi dengan Mentari dalam Cambridge English Qualification, kami ingin menyuarakan pesan kedamaian dan toleransi ini ke panggung internasional. Bagi kami, penguasaan bahasa Inggris yang fluent dan sophisticated hanyalah alat; tujuannya jauh lebih mulia: agar siswa kami mampu berdiri di equal footing dengan dunia luar sambil membawa karakter yang penuh empati.
Di SD Putra Pertiwi, para siswa tidak hanya belajar untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga hebat secara emosional dan spiritual. Karena pada akhirnya, masa depan tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita pegang, melainkan oleh seberapa besar harapan dan kasih yang kita simpan di dalam hati.
“Easter is a gentle reminder that even the most broken pieces can create a beautiful mosaic of hope, and our diversity is the light that guides us to a brighter tomorrow.”
Selamat Paskah 2026 bagi keluarga besar yang merayakan. Semoga damai dan sukacita senantiasa tinggal di hati kita semua.




Luar biasa🥰SD Putra Pertiwi sangat menjunjung tinggi toleransi sehingga bertumbuh kepekaan untuk saling menghargai/menghormati sesama.Perbedaan itu indah